Perjalanan Spiritual Mike Tyson

Adalah sebuah perjalanan yang panjang dan berliku bagi Michael Gerard “Mike” Tyson untuk menjadi Malik Abdul Aziz. Dulu ia selalu dirundung skandal wanita, kini ia berkata “I love my family”. Dulu ia bangga dengan sarung tinjunya, kini ia tawadhu dengan kopiah putihnya.

Perjalanan spiritual Mike Tyson ini jadi mengingatkan saya akan Umar bin Khaththab dan Khalid bin Walid. Keduanya sempat menjadi musuh Islam, tetapi di kemudian hari mereka terpanggil hatinya untuk masuk Islam dan bertaubat hingga sejarah mencatat, keduanya memberikan kontribusi yang sangat besar bagi pengembangan umat Islam saat itu.

Kita mungkin terasa berat untuk memaafkan orang-orang yang telah mendzalimi kita, atau kita mungkin lebih puas untuk menghukum mati orang-orang yang menurut penilaian kita layak untuk dihukum seberat-beratnya bahkan dihukum mati. Tetapi tidak demikian dengan Allah, Ia membuka pintu lebar-lebar bagi siapa saja yang hendak kembali ke jalan yang benar, seraya berfirman sekalipun hamba-hambaKu datang dengan dosa seluas lautan, tetapi ampunanKu lebih luas dari itu.

Setiap orang punya hak dan peluang untuk kembali ke jalan yang benar selama ia masih diberi kesempatan hidup oleh Allah SWT. Seandainya kita terburu-buru menutup pintu maaf bagi orang yang mendzalimi kita, bisa jadi kita sendiri tidak akan pernah mengenal sosok Umar bin Khaththab dan Khalid bin Walid dalam sejarah Islam.

Mudah-mudahan perjalanan spiritual Mike Tyson menuju Islam sejati ini bisa menjadi bahan renungan dan inspirasi bagi kita semuanya.

“When I was young, I thought I was a God.
Now, I just basically work on staying humble.”
– Mike Tyson in Interview Magazine –

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi). Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya.” [Q.S. az-Zumar 39:53-55]

SI BANDEL DARI BROOKLYN

Mike Tyson lahir di Brooklyn, New York, dalam suasana keluarga yang boleh dibilang miskin dan broken home. Ayahnya, Jimmy Kirkpatrick, pergi menelantarkan keluarganya saat Tyson berusia 2 tahun. Kondisi ekonomi yang terpuruk membuat ia dan ibunya berpindah dari Bedford-Stuyvesant ke lingkungan keras di Brownsville, timur Brooklyn, pada saat itu Tyson berusia 10 tahun.

“I have a mother who an alcoholic, and I have a father who a pimp…”
– Mike Tyson Interview –

Koresponden Interview Magazine, Elvis Mitchell, dalam sebuah kesempatan mewancarai Mike Tyson, sempat mengungkapkan bagaimana Tyson semasa kecilnya:

MITCHELL: “Sangat menarik menyimak film dokumenter anda (“Tyson” by Jim Toback) yang ternyata semasa kecil anda adalah anak yang pemalu dan sensitif”

TYSON: “Ya, itu benar. Tetapi itu dengan cepat berubah ketika orang tuaku pindah ke Brownsville, Brooklyn, sebuah lingkungan yang totalitas berbeda dengan lingkungan saya tinggal sebelumnya. Orang-orang di Brownsville sangat agresif. Seperti dunia anjing makan anjing (dog-eat-dog). Jadi saya pun mulai terbiasa dengan lingkungan keras seperti itu”

MITCHELL: “Anda telah membicarakan tentang bagaimana anak-anak lainnya mencuri/merampok orang dan barang-barang”

TYSON: “Ya. Saya hanyalah seorang anak kecil, dan saya memperhatikan mereka… Mereka akan kembali lagi ke sekitar lingkungan tersebut nantinya, dan orang-orang akan menampar mereka hingga lima kali dan berbicara tentang apa yang telah mereka perbuat. Atau para kriminal yang sudah dewasa akan berkata bahwa mereka sudah benar dengan apa yang seharusnya dilakukan oleh mereka. Melihat hal seperti ini saya pun mulai menyukainya seraya berkata wow ini sungguh mengasyikkan!”

Gambaran lingkungan di mana ia hidup yang begitu keras dan penuh persaingan, telah membentuk karakter Tyson yang semula seorang yang pemalu dan sensitif menjadi seorang yang keras. Di usianya yang ke 13 tahun saja, Tyson sudah 38 kali keluar masuk penjara.

BENIH BAKAT DALAM BERTINJU

Saat ia bersekolah di Tryon School for Boys di Johnstown, New York, Mike Tyson aktif dalam klub tinju di sekolah tersebut. Di saat itulah bakat bertinjunya dikenali oleh Bobby Stewart yang beberapa bulan kemudian dilatih olehnya sebelum kemudian Bobby Stewart memperkenalkan bakat Mike Tyson dan menyerahkan pelatihannya kepada Constantine “Cus” D’Amato pada saat Mike Tyson berusia 15 tahun.

Mike Tyson saat masih di tinju Amatir tahun 1981.

Sang ibunda, Lorna Smith Tyson, wafat saat Mike Tyson berusia 16 tahun dan sejak itu Mike Tyson di bawah asuhan penuh Cus D’Amato. Di bawah asuhan Cus D’Amato inilah bakat tinju Mike Tyson semakin matang dan mulai menunjukkan taringnya.

Sang bapak tiri, Cus D’Amato, membimbing Tyson yang berusia 14 tahun, 1980.

Lihat saja dalam karir amatirnya yang menjadi juara tinju pada Junior Olympic Games tahun 1982 serta memenangkan medali emas dua kali. Mike Tyson dalam dunia tinju amatir pernah memegang rekor Junior Olympic dengan KO tercepat menjatuhkan lawan dalam waktu 8 detik. Ia hanya sempat kalah angka satu kali saat melawan Henry Tillman. Puncak karir amatirnya dengan mendapat penghargaan National Golden Gloves Champion Heavyweight pada tahun 1984.

Debut karir profesional Mike Tyson dimulai saat ia berusia 18 tahun saat meng-KO Hector Mercedes di ronde pertama di kota Albany, New York, 6 Maret 1985. Sejak saat itu Mike Tyson selalu berlangganan dengan meng-KO lawan-lawannya. Sekitar 19 pertarungan pertamanya dimenangkan KO dengan 12 di antaranya KO di ronde pertama. Salah satu rekor tercepat KO-nya yaitu saat menghajar Michael Spinks dengan waktu hanya 91 detik dalam pertandingan 27 Juni 1988. Inilah yang kemudian Tyson digelari sebagai Kid Dynamite dan Iron Mike.

Mike Tyson pula sebagai petinju pertama juara kelas berat yang memegang tiga gelar sekaligus (Undisputed Heavyweight Champion):

WBC, menang TKO atas Trevor Berbick pada ronde kedua di Las Vegas, 22 Nopember 1986. Saat itu Mike Tyson berusia 20 tahun hingga menjadikannya sebagai rekor juara kelas berat termuda dalam sepanjang sejarah tinju.
WBA, menang angka atas James Smith di Las Vegas, 7 Maret 1987.
IBF, menang angka atas Tony Tucker di Las Vegas, 1 Agustus 1987.

Sehebat-hebatnya Superman toh ia pun punya kelemahan dengan batu Kryptonite, dan sekuat-kuatnya Hercules pun bisa ditaklukkan dengan wanita. Begitupun dengan Mike Tyson, dahsyatnya pukulan betonnya pada akhirnya menemui batasnya. Inilah daftar kekalahan yang dialami Mike Tyson dalam karir tinju profesionalnya:

Kalah KO di ronde ke 10 oleh James “Buster” Douglas di Tokyo Dome, Jepang, 11 Pebruari 1990, menyebabkan Mike Tyson harus kehilangan tiga gelarnya sekaligus dan peristiwa ini dikenal dunia sebagai kekecewaan terbesar dalam sejarah tinju dunia. Pada pertandingan inilah Mike Tyson merasakan kalah KO pertamanya dalam sejarah karir tinjunya. Di kemudian hari Mike Tyson merebut kembali gelar WBC setelah menang TKO atas Frank Bruno di Las Vegas 16 Maret 1996, kemudian merebut kembali gelar WBA setelah menang TKO atas Bruce Seldon di Las Vegas 7 September 1996 namun Mike Tyson melepaskan gelar WBC-nya pada 24 September 1996.

Kalah TKO oleh Evander Holyfield pada ronde 11 di MGM Grand Las Vegas, 9 Nopember 1996 yang menyebabkan kehilangan gelar WBA-nya.

Kalah didiskualifikasi pada pertandingan keduanya melawan Evander Holyfield setelah Mike Tyson menggigit telinga kanan Holyfield pada ronde ketiga yang dikenal sebagai “The Bite Fight”. Pertandingan kedua ini diselenggarakan di MGM Grand Las Vegas pada 28 Juni 1997. Peristiwa unik ini menyebabkan lisensi bertinju Mike Tyson dicabut selama satu tahun dan menciptakan sebuah anekdot “Mike Teethson vs Evander Holyear”.

Kalah KO oleh Lennox Lewis pada ronde 8 di Memphis, Tennessee, 8 Juni 2002.

Kalah KO oleh Danny Williams pada ronde 4 di Louisville, Kentucky, 3 Juli 2004.

Kalah TKO oleh Kevin McBride pada ronde 6 di Washington D.C., 11 Juni 2005.

JUTAWAN DI ATAS RING, BANGKRUT DI LUAR RING

Dari segi pendapatan, Mike Tyson menerima lebih dari 30 juta US$ dalam beberapa pertandingannya dan 300 juta US$ selama karirnya. Sebagai orang yang awal hidupnya dalam kemiskinan dan kekerasan, kekayaan yang melimpah ruah tersebut lebih banyak mendorongnya hidup berfoya-foya:

Mobil Limusin super mewah seharga 308.749 US$;
Mobil sport Ferrari Beverly Hills seharga 60.603 US$;
Resor mewah di Hawaii seharga 30.000 US$;
Permata Las Vegas yang dibelinya seharga 173.706 US$;
Membeli sebuah toko permadani di New York dengan harga 78.000 US$;
Memelihara Harimau Putih Siberia, “Kenya”, dengan biaya sebesar 4.000 US$ per bulannya.

Tyson pun mulai melirik bisnis di luar ring tinju dengan mendirikan sebuah perusahaan multibisnis Mike Tyson Enterprise (MTE) termasuk di dalamnya perusahaan Tyson Gear dan Tyson Records.

Namun tak disangka, dunia dikejutkan dengan berita pada 1 Agustus 2003 Mike Tyson telah menandatangani petisi yang menyatakan dirinya dan perusahaan miliknya, MTE, telah bangkrut. Menurut laporan Cope-Elkins yang mendampingi Tyson dalam petisi tersebut, ada tiga hal besar yang menurut Tyson sebagai penyebab kebangkrutannya:

Hutang kepada stasiun televisi Showtime Networks, Inc. (CBS Corporation) sebesar 33 juta US$;
Tagihan tunggakan pajak sebesar 17 juta US$;
Biaya yang harus dikeluarkan untuk semua peradilan yang menimpa dirinya sebesar 10 juta US$.

Dari kasus perceraiannya saja, Tyson harus memberi santunan kepada Robin Givens sebesar 10 juta US$, sedangkan kepada Monica Turner sebesar 6,5 juta US$.

CATATAN KRIMINAL TYSON

Gelombang masalah-masalah tindak kriminal Mike Tyson dimulai sejak ia kecewa berat atas kekalahannya dari James “Buster” Douglas tahun 1990 di mana Tyson harus kehilangan tiga gelarnya sekaligus. Majalah Times menyebutnya sebagai peristiwa “Greatest Upsets In Sports History” (Kekecewaan Terbesar Sepanjang Sejarah Olahraga).

Discovery Investigation Channel telah menyusun “Top 10 Sports Star Crimes” dan menempatkan Mike Tyson sebagai atlit yang punya masalah kriminal terbesar ketiga setelah Rae Carruth. Mungkin segi penilaiannya dapat dilihat dari kasus-kasus besarnya sebagai berikut:

Tahun 1991 Tyson ditangkap atas tuduhan pemerkosaan terhadap gadis 18 tahun, Desiree Washington, dihukum 3 tahun mulai April 1992-Maret 1995 di penjara Plainfield Correctional Facility (Indiana Youth Center).

Pada 28 Juni 1997 di MGM Grand Las Vegas, digelar pertandingan kedua Tyson vs. Holyfield, dan Tyson harus didiskualifikasi pada ronde ke-3 setelah menggigit telinga kanan Evander Holyfield. Selain itu ijin lisensi bertinju Tyson dicabut selama satu tahun penuh.

Tahun 2007 Tyson dihukum 3 tahun masa percobaan dan 1 hari di penjara dengan tuduhan kepemilikan obat bius dan berkendara dalam pengaruh obat-obatan di Phoenix, Arizona. Dalam pengakuannya ia menggunakan Antidepressant Zoloft dan Mariyuana.

Tahun 2009 Tyson ditangkap setelah memukul seorang wartawan, Tony Echevarria, setelah menguntit Tyson hingga ke kamar mandi. Tyson didakwa melakukan pidana ringan dan didenda 20.000 US$.

IMPIAN MERINTIS KELUARGA

“I love my family”
– Mike Tyson Facebook –

Pernikahan Pertama: Mike Tyson dan Robin Givens (1988-1989)

Pernikahan Kedua: Mike Tyson dan dr. Monica Turner (1997-2003)

Pernikahan Ketiga: Mike Tyson dan Lakiha Spicer (2009-…)

Mike Tyson dikaruniai 7 orang anak. Dari pernikahan pertamanya tidak dikaruniai anak, baru pada pernikahannya dengan Monica Turner, lahir Rayna dan Amir. Sedangkan dari pernikahannya dengan Lakiha Spicer, lahir Milan menurut berita istri ketiga sedang hamil anak yang kedelapan.

Empat anaknya merupakan hasil di luar pernikahan. Exodus dan Miguel, didapatnya dari kekasihnya, Sol Xochitl. Kemudian dari Kimberly Scarborough of New York (28 Maret 1991) lahir seorang anak perempuan. Untuk satu anak lagi belum diketahui secara pasti siapa ibu mereka.

Sayangnya pada tahun 2009 sebuah kecelakaan telah merenggut nyawa anak perempuannya, Exodus, yang saat itu masih berumur 4 tahun.

PETINJU GARANG PENYAYANG BINATANG

“I may have stopped fighting. But I never stopped flying birds. It’s my first love.”
– Mike Tyson in Animal Planet –

Bersama Harimau Siberia, “Kenya”

Bersama anjing kecil (Pug), “Meatball”

APRESIASI KEPADA TYSON

Terpilih menjadi Prospect of the Year – 1985 oleh majalah Ring.
Terpilih menjadi Fighter of the Year – 1986 dan 1988 oleh majalah Ring.
Pada tahun 1987 Nintendo merilis sebuah video game yang menisbatkan pada dirinya: Mike Tyson’s Punch-Out!!

Pada 25 April 1989 Mike Tyson dianugerahi gelar kehormatan Doctor of Humane Letters – D.H.L. (Litterarum humanarum doctor – L.H.D.) oleh Central State University in Wilberforce, Ohio. Mike Tyson dinilai telah memberikan pengaruh pada banyak anak muda dengan menunjukkan kerja kerasnya, tekadnya, dan ketekunannya sehingga memungkinkan untuk mengatasi rintangan-rintangan.

Mendapat penghargaan Overseas Personality oleh BBC Sport tahun 1989.

9 Juli 2010, Mike Tyson menerima penghargaan Ghirlande D’Honneur dari Fédération Internationale Cinéma Télévision Sportifs. Dikatakan bahwa Tyson terpilih karena ia dianggap telah memberikan kontribusi yang besar dalam mempopulerkan kembali tinju di era tahun 80-an setelah sebelumnya mengalami masa krisis sepeninggal Muhammad Ali.

MENANGIS DI MAKAM NABI

“In a weird way, prison was the best thing that happened to me”
– Mike Tyson dalam wawancara dengan sportsillustrated.cnn.com –

Sungguh indah dan unik cara Tuhan menyadarkan seorang manusia yang sudah jauh menyimpang hingga ia kembali ke jalan-Nya. Tyson menemukan jalan menuju Tuhannya bukan di atas ring atau mobil Roll Royce super mewahnya, tetapi justru ia menemukannya di saat ia harus mendekam di penjara jauh dari ring dan mobil Roll Royce-nya. Begitupun saat Tyson kembali terperosok pada dunia hitam setelah keluar dari penjara, Tuhan pun kembali membimbing Tyson ke jalan-Nya justru dengan membangkrutkan kekayaannya.

Saat Tyson ditanya apa yang akan dilakukannya di gemerlap Las Vegas di masa-masa gelapnya dulu?

Inilah bagaimana saya akan memulainya: Saya akan pergi ke sebuah klub, jam 2 pagi. Bersantai ria di sana untuk dua jam, dan kemudian saya akan pergi ke klub yang buka after-hours yang mulai buka pada jam 6 pagi. Jadi saya akan tetap tinggal disana dari jam 6 pagi hingga jam 7:30 malam. Saya akan duduk santai, minum-minum dan menghisap kokain, berbincang dengan gadis-gadis… mengerjakan apa pun semuanya. Lalu Saya pulang ke rumah dan berisitirahat. Saya kontak ke orang-orang, bahwa Saya sudah lelah, tetapi Saya kedatangan tamu dan mereka berencana untuk main keluar beberapa jam kemudian. Kami semua dalam keadaan mabuk seperti melayang-layang menghisap kokain. Seseorang kemudian akan memanggil saya: “Ayo kita main keluar bersamaku”. Lalu kami pun pergi keluar dan mabuk-mabukan atau mengerjakan sesuatu hingga jam menunjukkan jam 11 malam, lalu pergi ke suatu tempat atau ke suatu bar. Kami mungkin akan pergi ke sebuah klub, lalu mabuk berat sepanjang hari.
– Mike Tyson dalam wawancara dengan sportsillustrated.cnn.com –

Begitulah gambaran kehidupan satu hari penuh Tyson di masa-masa gelapnya yang nyaris melupakan Tuhan.

Di saat semua sumber daya yang kita miliki terkuras habis dan di saat orang-orang sudah tidak mampu lagi membantu, di saat itulah siapa lagi kalau bukan Tuhan satu-satunya yang masih ada dan akan tetap hadir. Inilah momen-momen di mana seorang Mike Tyson secara perlahan menemukan filsafat hidupnya bahwa ia hidup untuk mengabdi kepada Tuhan, dan Tuhan tidak pernah mati dan tidak akan pernah meninggalkan hamba-hamba-Nya.

Apa yang mendasari Tyson memilih menjadi muslim, salah satunya diungkapkan oleh Chris Eubank, petinju Inggris, yang sempat beberapa kali mengunjungi Mike Tyson ketika masih di penjara sekitar tahun 1992-1995. Chris Eubank sendiri masuk Islam terinspirasi dari Muhammad Ali dan Mike Tyson. Ia mengungkapkan bahwa selama di penjara, Tyson berada dalam kondisi sedang mencari rasa aman untuk spiritualitasnya serta mencari kedamaian untuk kondisi psikologis dirinya.

Perkenalan Mike Tyson dengan Islam dimulai justru pada saat ia berada di penjara pada tahun 1992 dan banyak orang menyebutkan konon masuknya Tyson ke dalam agama Islam adalah jasa besar para pendakwah dari Nation of Islam (NOI). Pendapat ini mungkin didasari oleh agenda kerja NOI yang rutin mengunjungi dan mensyiarkan agama Islam kepada para napi.

Mengenai dukungan komunitas Black Moslem di Amerika Serikat terhadap NOI: tidak selalu warga muslim kulit hitam Amerika setuju dengan dasar gerakan NOI ini, di antaranya Malcolm X yang sebelumnya bergabung dengan NOI namun akhirnya keluar setelah mengkritisi adanya ketimpangan dalam NOI yang terlalu melebihkan ras kulit hitam yang dianggap superior dan terjadinya pengkultusan Wallace Fard Muhammad sang pendiri NOI.

Sepeninggal Wallace Fard Muhammad, kepemimpinan NOI dilanjutkan oleh Elijah Muhammad. Pasca meninggalnya Elijah Muhammad, NOI kemudian pecah ke dalam dua kelompok, konservatif atau radikal, dan kelompok moderat atau reformis.

Kelompok konservatif adalah kelompok yang masih memegang teguh ajaran Elijah Muhammad, kelompok ini dipimpin oleh Louis Farrakhan. Sedangkan kelompok moderat atau reformis adalah kelompok yang tidak setuju dengan adanya ketimpangan dalam gerakan NOI ajaran Elijah Muhammad yang kemudian memisahkan diri dari NOI dan membentuk American Muslim Mission atau American Society of Muslims. Kelompok ini dipimpin oleh Warith Deen Mohammed (Wallace D. Muhammad), anak kandung Elijah Muhammad.

Selain Malcolm X, Mike Tyson pun sempat menyebut NOI dengan “Too Radical…” dan begitupun dengan Michael Jackson yang memutuskan hubungannya dengan NOI. Jadi tidak selamanya Muslim kulit hitam Amerika adalah anggota NOI.

Asma Gull Hasan dalam bukunya “American Muslims: The New Generation” menyebutkan menurut pengakuan Abdul Rauf Nasir, imam di penjara Salinas Valley State Prison (New Soledad). Kebanyakan para penghuni penjara yang muslim menikmati khutbah-khutbah para pendakwah dari NOI yang berapi-api sekalipun pandangan mereka tidak sejalan dan menolak untuk bergabung dengan NOI. Dari 200 orang yang bersyahadat masuk Islam, hanya sekitar 10-15 orang saja yang menjadi anggota NOI. Sedangkan secara total dari 300-400 napi muslim di penjara tersebut, hanya sekitar 70-80 saja yang masuk dalam NOI. Kebanyakan dari muslim yang menolak pandangan NOI lebih memilih Islam Sunni.

Serta sebuah artikel yang berjudul “Top 10 Black Religious Conversions” tentang daftar tokoh-tokoh terkenal Afrika-Amerika yang memilih menjadi Muslim.

Mungkin kisah perjalanan spiritual Islam Mike Tyson yang lebih presentatif diuraikan oleh situs The Islamic Educational, Scientific and Cultural Organization (ISESCO) yang menyebutkan Tyson masuk Islam pada tahun 1993 saat masih dalam penjara. Ia terinspirasi oleh Muhammad Ali yang lebih dulu masuk Islam, dan setelah terinsipirasi pula dengan penggantian nama dari semula Cassius Marcellus Clay, Jr. menjadi Muhammad Ali, Mike Tyson pun berinisiatif untuk memiliki nama Islami yaitu Malik Abdul Aziz. Dipilihnya nama “Malik” karena berdekatan dengan inisial namanya, “Mike”.

Ketika Muhammad Ali mendengar Tyson masuk Islam, ia mengakui bahwa karakter dirinya mirip dengan Tyson dengan berkata: “My character is 100% similar to his, which means that I stand by him and support him. Praise be to Allah Who has guided him to Islam. It is Almighty Allah Who deserves thanks for this.”

Mike Tyson dan Muhammad Ali

Situs ISESCO juga menyebutkan bahwa yang mengajarkan Islam secara intensif kepada Tyson adalah seseorang yang bernama Muhammad Saddiq. Selama berbulan-bulan Tyson dengan rajin shalat berjamaah bersamanya, mempelajari al-Qur’an, dan berkonsultasi spiritual dengan gurunya tersebut.

Perubahan total Tyson selama di penjara khususnya ketika setelah masuk Islam, disaksikan oleh banyak pihak di antaranya Eddy Mustapha Muhammad (Eddy Gregory), seorang pelatih tinju dan mantan juara tinju tahun 1980, yang sering mengunjungi Tyson setiap hari Sabtu pagi, menyebutkan bahwa setelah masuk Islam, Tyson lebih bersikap tawadhu (rendah diri/modest) dan taat beragama (submissive), rajin pergi ke masjid yang kebetulan bersebelahan dengan penjara. Begitupun dengan Butch Lewis, promotor Tyson, yang juga rajin mengunjungi Tyson selama di penjara, mengakui akan perubahan sikap Tyson ini.

Eddy Mustapha kemudian menyebutkan Don King dan pelatih Tyson adalah musuh bebuyutan. Don King keberatan bila Tyson berhenti dari ring tinju, sehingga di hari pembebasan Tyson, Don King segera menghampiri Tyson ketika berada di masjid seraya membujuk Tyson agar segera berangkat menuju bandara karena di sana telah menunggu pesawat jet pribadi yang akan menerbangkannya ke Cleveland. Butch Lewis pun mengakuinya pula bahwa perilaku Don King tersebut bukanlah hal yang baru di mana ia sangat ingin mengontrol semua sendi kehidupan Tyson.

Pasca keluarnya Tyson dari penjara tahun 1995, dan sekembalinya ke dunia ring tinju, Tyson membukukan empat kemenangan dari Peter McNeeley, Buster Mathis Jr., Frank Bruno, dan Bruce Seldon, sebelum akhirnya TKO oleh Evander Holyfield (Holyfield adalah orang yang merubuhkan James “Buster” Douglas).

Penjara telah banyak memberikan kontribusi positif khususnya hujan hidayah masuk Islam kepada Mike Tyson. Namun di sisi yang berlawanan, hadir Don King orang yang paling bertanggung jawab mengeksploitasi Mike Tyson sehingga menjadi tidak terkontrol lagi sikapnya.

BERTAMU KE TANAH SUCI

Kini setelah beragam ujian menimpa Tyson, secara perlahan ia pun mulai merintis kembali jalan menuju muslim yang ihsan. Pada 2 Juli 2010, Mike Tyson mengadakan perjalanan umrah ke Tanah Suci Makkah. Ini adalah suatu lompatan spiritual yang luar biasa bagi seorang Tyson. Keberangkatan umrah Tyson menuju tanah suci ini diprakarsai oleh Canadian Dawa Association (CDA), dan Tyson didampingi langsung oleh pimpinan CDA, Shahzad Muhammad.

Selama satu minggu di tanah suci, Tyson diajak pula berkunjung ke Universitas Islam Madinah dan bertemu dengan Dr. Muhammad al-Aqala untuk berdiskusi seputar Islam serta budaya dan tradisi masyarakat Arab. Tyson tidak menyangka bila dirinya pun memiliki banyak penggemar di Saudi Arabia. “Saya bahagia punya penggemar yang mencintai saya di sini, tetapi saya berharap mereka dapat membiarkan saya sendiri untuk menikmati momen-momen spiritual di Tanah Suci ini.” kata Mike Tyson.

DARI ARTHUR ASHE, MAO ZEDONG, CHE GUEVARA HINGGA AKHIRNYA BERLABUH DI MAKAM SANG NABI

Sebelum masuk Islam, kerinduan Tyson akan menemukan jalan dan panutan yang mampu mendamaikan kegelisahannya dan menyejukkan pemberontakan jiwanya, dapat terlihat dari koleksi tato di tubuhnya yang mencerminkan kekagumannya pada beberapa tokoh: Arthur Ashe (pada bagian bisep kiri Tyson), Mao Zedong (pada bagian bisep kanan Tyson), dan Che Guevara (pada bagian abdomen).

Shahzad Muhammad memberikan kesaksian bahwa di antara pelaksanaan rukun-rukun umrah yang dilakukan Tyson, yang paling berkesan adalah saat Tyson berkunjung ke makam Nabi Muhammad saw. Di tempat itu Mike Tyson meneteskan air mata saat ia baru mengetahui bahwa dirinya berada di ar-Raudah (Taman Surga – Depan Makam Nabi). Kini ia telah menemukan panutan sejatinya, Nabi Muhammad saw. Seandainya saja Islam membolehkan tato, bisa jadi “Muhammad” akan terukir pula di badannya.

“Tyson menjadi terbawa perasaan haru ketika ia menyampaikan Salam kepada Nabi Muhammad saw. Ia menangis selama lebih dari setengah jam sambil berdiri di depan makam Nabi sambil mengangkat tangannya. Ia tetap berada di depan ar-Raudah selama satu jam sambil berdoa, membaca al-Qur’an dan membuat permohonan” ungkap Shahzad Muhammad.

Banyak orang berkata, “Tuhan saya lebih baik dari Tuhan kamu”. Tapi bagaimana kita membuktikan bahwa Tuhan kita itu lebih baik? Inilah cara untuk kita membuktikan Tuhan siapakah yang paling baik daripada dengan berkata: “Saya akan membunuhmu, atau kamu akan membunuh saya lebih dulu”. Itulah cara hidup yang saleh (godly) yang sebenar-benarnya. Bagi orang-orang yang punya pemikiran: “Saya ingin tahu siapakah yang akan memenangkan pertarungan antara Nabi Muhammad dan Jesus?” Pemikiran semacam ini adalah bagi orang jiwanya yang sakit. Ini suatu hal yang gila.
– Mike Tyson dalam wawacara dengan sportsillustrated.cnn.com –

Tyson kini lebih relijius, ia telah melihat bahwa dirinya beruntung telah menemukan jalan yang benar, dan ia berharap keberuntungannya tersebut bisa didapatkan pula oleh orang-orang yang hidupnya senasib dengan Tyson di jaman yang lalu yang penuh kekerasan dan hidup dalam lingkungan yang buruk.

My whole life has been a waste – I’ve been a failure. I just want to escape. I’m really embarrassed with myself and my life. I want to be a missionary. I think I could do that while keeping my dignity without letting people know they chased me out of the country. I want to get this part of my life over as soon as possible. In this country nothing good is going to come of me. People put me so high; I wanted to tear that image down.

Seluruh hidup saya sia-sia, Saya telah melakukan suatu kesalahan. Saya hanya ingin keluar. Saya benar-benar merasa malu dengan diri sendiri dan kehidupan saya. Saya ingin menjadi seorang pendakwah. Saya yakin saya bisa melakukannya dengan tetap menjaga kehormatan saya tanpa membuat orang-orang mengusir Saya keluar dari negeri ini. Saya ingin untuk bagian hidup saya ini berakhir sesegera mungkin. Di negeri ini tidak ada hal yang baik datang kepada saya. Orang-orang telah menempatkan saya begitu tinggi; Saya ingin mengenyahkan kondisi tersebut.

– Mike Tyson, USA Today, edisi 3 Juni 2005 –

Salah satu bukti transformasi Mike Tyson sebagai insan yang lebih baik adalah di saat bertemu muka Evander Holyfield 12 tahun kemudian pasca insiden tahun 1997. Dalam suatu kesempatan di tahun 2009, terjadi rekonsiliasi antara Mike Tyson dengan Evander Holyfield dengan mediasi Oprah Winfrey Show. Pertemuan itu terjadi dengan suasana hangat, kekeluargaan, dan saling memaafkan satu sama lain.

Apa motivasi anda sekarang ini?
“Gairah untuk hidup. Saya berusaha untuk menjadi seseorang yang layak bagi kehidupan dan masyarakat. Mampu mendukung dan menolong orang lain di samping keluarga dan teman-teman Saya. Bila Saya memiliki kehidupan yang sehat maka Saya pun akan memiliki kematian yang sehat.”

Apa yang akan direncanakan bagi seorang Mike Tyson untuk kehidupan selanjutnya?

“Terus berusaha dan belajar akan seni dari sifat kerendahan hati.”
– Mike Tyson dalam wawancara dengan ESP Magazine –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s