MALU KEPADA MANUSIA..TAPI TIDAK MALU KEPADA ALLAH SWT !

Diakui atau tidak..ternyata kita masih lebih malu kepada manusia dibanding malu kepada Allah…
Kita akan gelagapan dan gelisah ketika perbuatan curang kita ketahuan orang lain…Sementara ketika kita meninggalkan dan melanggar aturan-aturan Allah dan Rasul-Nya..kita cuek saja tanpa punya rasa bersalah dan malu untuk tidak melakukannya lagi…

Sabda Rasul Saw..
“Allah Swt lebih berhak untuk dimalui daripada manusia (harus lebih malu oleh Allah daripada oleh manusia).”..
(H.R. Ashabu Sunan)

Jika di hadapan banyak orang kita mengenakan busana yang pantas adalah untuk menghormati mereka sekaligus menunjukkan citra dan kepribadian diri kita..Maka seharusnya di hadapan Allah Swt. (yang setiap saat mengawasi perilaku kita) kita lebih hati-hati lagi…
Harus benar benar menjaga imej…Bukan hanya soal pakaian..tapi juga PERILAKU dan bahkan NIAT YANG ADA DIPIKIRAN…Harus diperhatikan..

Malu bisa mencegah seseorang untuk melakukan perbuatan yang bertentangan dengan nuraninya..Perbuatan yang akan membuatnya merasa dikejar-kejar rasa bersalah..
Dengan malu pula kita bisa mencegah diri ketika akan melakukan dosa..
Secara naluri memang demikian..siapapun orangnya yang masih punya hati nurani..Dan memang hanya rasa malu yang mampu membawa kepada kebaikan…

Sabda Nabi yang mulia..
“Malu hanya membawa kepada kebaikan.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dan sekarang ini…Masih Banyak kaum muslimin yang hanya malunya ketika di hadapan orang saja…Sementara di hadapan Allah Swt jarang yang mau serius untuk menunjukkan bahwa dirinya berhak dipandang mulia oleh Allah Swt..

Kita sering mengabaikan sikap yang satu ini..
Entah karena kita sudah merasa bahwa tak perlu punya rasa malu lagi.. atau memang tak tahu malu…
Pepatah baik yang disampaikan kepada kita dari siapapun sering kali kita mendiamkannya Dan mengacuhkanya…

Jadi kalau memang kita mau menjaga imej di hadapan Allah Swt.. kita harus amalkan ajaran dan syariat Islam ..Sebagai muslim itu memang sewajibnya…
Misalnya..
Ketika keluar rumah wajib menutup aurat…Maka..busana yang dikenakan harus yang sesuai aturan Islam..
Jadi meskipun menurut ukuran manusia negeri ini pada umumnya saat ada wanita mengenakan kebaya akan dianggap telah mencerminkan kepribadian wanita Indonesia..tapi di hadapan Allah Swt adalah sebuah pelanggaran terhadap syariat-Nya..

Pilih mendapat ridha manusia atau ridha Allah Swt…? Silakan dipikirkan..!

Abu Mas’ud, Uqbah ibn Amr Anshari al Badri r.a. mengatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda..
“Perkataan (sabda) Nabi paling pertama yang dikenal atau diketahui manusia adalah….

“JIKA KAMU TIDAK MALU..MAKA LAKUKANLAH SEMAUMU..”
(HR Bukhari, Abu Dawud, Ahmad)

“Sebaik-baik Manusia ialah yg bisa memberi manfaat kepada yg lain” (Al-Hadits)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s